Lanjutan: Kekuasaan Untuk Rakyat???
Setelah bagian 1, 2, dan 3, ini adalah bagian terakhir tulisan ""Kekuasaan Untuk Rakyat???'' yang secara keseluruhan ada 56 (lima puluh enam) tips untuk dapat meraih kekuasaan dan mempertahankannya. Bagian terakhir ini antara lain sbb:
45. Jangan Pernah Terlihat Lebih Baik Dari Atasan Anda
Sudah jamaknya kalau pemimpin atau atasan akan merasa dirinya lebih baik daripada yang dipimpin atau bawahan. Ini adalah prinsip dasar dalam diri setiap manusia, menjadi yang terbaik dibandingkan orang lain yang statusnya ada di level bawahnya. Kalau Anda tidak tahu, tidak paham dan tidak mengerti hal tersebut, sudah pasti Anda tidak akan mampu bekerjasama dengan atasan atau pimpinan Anda. Padahal kalau level status Anda masih di bawah, maka suka tidak suka, tidak ada pilihan lain kecuali menjalankan tugas dari atasan, meskipun Anda tahu bahwa cara atau petunjuk dalam menyelesaikan yang diberikan atasan tidak efektif bila dibanding dengan cara yang Anda sendiri dapat lakukan. Tetapi sebaiknya jangan terlihat lebih baik atau lebih pintar dari atasan Anda, maka Anda akan dinilai bisa bekerjasama bukan sebagai saingan atau pembangkang. Namun dalam prakteknya ketika menjalankan petunjuk yang diberikan, modifikasi kan cara Anda dengan cara yang diberikan oleh atasan Anda. Selanjutnya sampaikan dengan trik yang tidak menggurui atas tindakan yang Anda terapkan, maka atasan Anda akan berterima kasih atas ide gagasan Anda, tetapi tetap lah atasan Anda merasa diri sebagai ''atasan tidak pernah salah''. Cara ini bukan berarti Anda sebagai penjilat, tetapi cara ini cocok untuk merebut kekuasaan darinya, karena Anda dipandang sebagai bawahan yang dapat diajak kerjasama dan kreatif. Ingat bahwa atasan Anda '' akan selalu ''merasa lebih baik dan tidak pernah salah''. Ini bukan menjilat, tetapi cara bijak dan kreatif bagaimana mendapat simpati dari atasan dan mendapatkan rekomendasi untuk naik level. Kalau Anda melawan atasan dengan merasa diri lebih pintar, maka Anda tidak akan pernah dipromosikan atau mendapat rekomendasi. Bijak dan cerdas lah dalam bertindak..
46. Jangan Pernah Mendahului Bertindak Dari Atasan Meskipun Anda Lebih Cepat Mengerjakan
Seorang pimpinan tentu memiliki agenda untuk mengembangkan lembaga yang dipimpin. Selain itu, pimpinan akan memberi tugas, tanggung jawab dan fungsi pada bawahannya dengan jadwal dan ''deadline'' tertentu. Oleh karena itu, wajar seorang pimpinan mengontrol bawahan, sejauh mana sudah menyelesaikan pekerjaan. Meskipun kadang sebagai bawahan Anda memiliki ide gagasan cara kerja yang lebih baik, lebih cepat, tetapi jangan pernah mendahului atasan meskipun Anda dapat lebih cepat, lebih baik dalam mengerjakan.
Ini merupakan salah satu cara menghargai atasan dan agar atasan tidak merasa di ''langkahi'' atau. Anda melakukan ''fetakompli'' yang artinya ''situasi sepihak di mana seseorang tidak bisa menolaknya dan harus mengikuti kemauan orang lain.'' Dengan tidak mendahului atasan Anda dinilai orang yang dapat bekerja sama, sehingga Anda dapat memanfaatkan untuk mendapat rekomendasi atau promosi untuk menduduki jabatan lebih tinggi. Tanpa adanya penilaian baik dari atasan, maka Anda akan sulit ''melenting'' ke atas untuk meraih kekuasaan tertinggi. Jangan pernah mendahului bertindak dari atasan, meskipun Anda lebih cepat mengerjakan, merupakan langkah yang logis dalam membangun peluang untuk meraih kekuasaan. Berpikir lah sebelum bertindak, agar Anda tidak dinilai ''jelek'' oleh atasan Anda
47. Jangan Pernah Terlalu Mempercayai Teman, Tetapi Pelajarilah Cara Memanfaatkan Musuh
''Tidak ada teman yang abadi, kecuali kepentingan yang abadi.'' kiranya menjadi catatan dalam membangun hubungan pertemanan. Sedangkan kalau dengan lawan atau musuh sebaiknya pelajari kekuatan dan kelemahannya. Selanjutnya pikirkan bagaimana cara memanfaatkan untuk meraih kemenangan. Teman dan musuh dibutuhkan untuk membangun kerjasama ataupun kolaborasi dalam mencapai tujuan Anda. Namun demikian, jangan pernah terlalu mempercayai teman, tetapi pelajarilah cara memanfaatkan musuh, di mana kedua hal tersebut sangat berguna untuk meraih kekuasaan dan bagaimana Anda mempertahankannya. Harus diingat bahwa dalam kehidupan ini ada yang suka dan tidak suka dengan Anda, atau ada teman dan lawan. Manfaatkan hubungan teman dan musuh untuk hal yang menguntungkan Anda bila ingin menjadi pemimpin atau penguasa, semua tergantung pilihan Anda. Hal di atas merupakan kenyataan kehidupan yang setiap saat Anda dihadapi.
48. Jangan Bangun Benteng untuk Melindungi Diri Sendiri - Isolasi adalah Sesuatu yang Berbahaya
Ada peribahasa ''Seperti katak dalam tempurung'', yang arti peribahasa ini ''menggambarkan seseorang atau kelompok atau masyarakat yang terperangkap dalam suatu cakrawala pemikiran dan perspektif sempit, tak menyadari atau memilih untuk mengabaikan realitas yang lebih luas dan kompleks di luar batas kebiasaan dan kenyamanan mereka.''
Dari peribahasa tersebut dapat dipahami bahwa isolasi diri tidak baik karena akan membatasi pemikiran, wawasan, atau sikap terhadap realita kehidupan. Oleh karena itu, jangan bangun benteng untuk melindungi diri sendiri, karena mengisolasi diri akan merugikan diri sendiri, menjadi tertutup dan tidak berkembang dan dinamis dalam kehidupan. Padahal banyak hal baru diperoleh dari luar diri atau dunia luar, maka membentengi diri atau isolasi diri tidak ada gunanya kalau Anda ingin meraih kekuasaan dan mempertahankannya. Membuka diri dan terbuka dengan siapapun dan pemikiran apapun akan menjadikan Anda mudah belajar dan mendapat pengetahuan baru serta beradaptasi, yang sangat berguna bagi pemimpin. Meskipun yang Anda hadapi orang yang tidak sejalan, beda pemikiran, ideologi dll, tetaplah ''welcome'', maka Anda akan bertumbuh dan berkembang. Menjadi manusia pembelajar adalah pilihan cerdas.
49. Jangan Merasa Diri Paling Hebat Sehingga Bertindak Arogan Sewenang wenang yang Tidak Ada Gunanya
Kekuasaan memang dapat disalah gunakan, karena kekuasaan seperti ''candu'' yang nikmat bilamana diduduki, sehingga terus mau dipertahankan dengan cara apapun. Hal tersebut tidak ada salahnya, tetapi sebagai manusia yang telah matang atau bijak dalam kehidupan, seharusnya tahu kapan saatnya berhenti. Sebab bilamana Anda tidak mampu memanage kekuasaan, maka Anda akan bertindak arogan, otoriter dan sewenang- wenang menggunakan kekuasaan tersebut untuk terus mempertahankan kekuasaan. Miliki target yang ingin dicapai dalam berkuasa dan tahu kapan berhenti adalah pikiran rasional dan logis, karena Anda akan dikenang sebagai pemimpin yang baik. Jangan merasa diri hebat sehingga bertindak otoriter, arogan dan sewenang wenang, hal tersebut tidak ada gunanya. Jangan merasa diri hebat, harus dimiliki oleh seorang penguasa yang ingin mempertahankan reputasinya dan dikenang sebagai penguasa yang rendah hati, baik, empati, bertanggung jawab, membangun dsb, bukan penguasa yang otoriter, arogan, emosional, mengutamakan diri sendiri, sewenang-wenang, sombong dsb Bekerja lah dengan perjuangan, cerdas, cerdik, tulus , sosial, bermanfaat bagi banyak orang dan dikenang perjuangannya, kecerdasannya, kecerdasan nya, ketulusannya, sosialnya dan empatinya adalah pilihan sebagai pemimpin yang bijak
50. Ketahuilah Siapa yang Anda Hadapi - Jangan Singgung Perasaan Orang yang Salah Kepada Siapapun
Mengenal orang di sekeliling Anda sangat diperlukan, terlebih dengan orang yang akan Anda hadapi. Jangan sampai salah menilai orang lain, karena kadang kala orang yang ''berisi'' semakin sederhana, seperti pepatah ''Padi semakin berisi, semakin merunduk.'' atau sebaliknya ''Tong kosong berbunyi nyaring.'' Oleh karena itu, pentingnya mengenal siapa yang dihadapi, terlebih bila ia adalah lawan, salah menilai bisa jadi ''senjata makan tuan'' atau jadi bumerang. Selain itu, dalam pergaulan bila berhadapan dengan orang lain jangan singgung perasaannya, apalagi kepada orang yang pernah melakukan kesalahan. Hal tersebut dapat ''membangkitkan macan tidur'', karena orang yang terluka perasaannya akan mudah bangkit amarahnya. Jadi untuk dapat memperoleh simpati dan menjadi orang yang dihargai dalam pergaulan kehidupan, ketahuilah siapa yang dihadapi dan jangan singgung perasaan orang lain terlebih orang yang pernah bersalah kepada Anda. Dengan demikian Anda dapat menjaga hubungan baik dengan siapapun, terlebih bila Anda ingin meraih kekuasaan dan ingin mempertahankannya. Orang lain akan lebih senang dan tertarik dengan orang yang memiliki sikap memahami perasaan orang lain. Selain itu, jangan salah menilai siapapun yang Anda hadapi dengan mengenal terlebih dahulu, jangan menilai sebatas tampilan luar saja.
Apabila lawan yang Anda hadapi lebih kuat, lawan lah dengan kelembutan atau tindakan kebaikan untuk mengalahkannya.
51. Jangan Pernah Terlihat Terlalu Sempurna.
Tidak ada manusia sempurna di dunia ini, hal ini harus disadari dan setiap orang akan dapat mengerti bila ada ketidak sempurna. Memang semua orang akan berusaha untuk sempurna dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, tetapi kalau terlalu sempurna dalam setiap pekerjaan, tentu Anda akan mendapat beban pekerjaan yang berlebih. Selain itu, Anda sendiri akan memaksa diri untuk selalu sempurna. Dengan terlalu terlihat sempurna dengan setiap pekerjaan, Anda tidak mendapat masukan dari pihak lain untuk lebih sempurna. Oleh karena itu jangan pernah terlihat terlalu sempurna, dengan demikian orang lain tidak terlalu menuntut, dan Anda tidak terpaksa berlaku sempurna. Terlebih apabila Anda menjadi penguasa jangan pernah terlalu terlihat sempurna, tampakkan sisi manusiawi yang memang tidak mungkin manusia itu sempurna.
Ini sikap kerendahan hati yang tentu akan mudah mendapat simpati. Dengan demikian Anda akan dapat mempertahankan kekuasaan.
52: Jangan Melebihi Sasaran Yang Telah Anda Tentukan; Dalam Hal Kemenangan, Belajarlah Untuk Tahu Kapan Anda Harus Berhenti
Seorang trader atau pedagang saham menasehati pada para pemula, bahwa dalam berdagang saham membutuhkan kemampuan mengendalikan diri, jika Anda berlaku tamak atau ''greedy'' ketika saham baru ''bullish'' yaitu harga dari saham tersebut mengalami kenaikan secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu, maka Anda dapat mengalami kerugian bila kondisi berbalik arah. Artinya tahu saatnya berhenti ketika target ''take profit'' atau ambil untungnya sudah tercapai.
Kiranya nasehat tersebut tidak hanya berlaku untuk pedagang saham saja, tetapi juga berlaku secara umum dalam kehidupan ini. Jangan tamak, adalah nasehat yang perlu dicamkan kalau mau memenangkan kehidupan. Setiap manusia memiliki tujuan target tertentu dalam hidup dan harus belajar berhenti bila target tercapai. Istilahnya ''Jangan melebihi sasaran yang Anda tentukan dan dalam hal kemenangan belajarlah untuk tahu kapan harus berhenti.''. Pengendalian diri sangat di butuhkan untuk Anda dapat memenangkan pertandingan yang sesungguhnya, yaitu pertandingan kehidupan. Bagi Anda yang ingin meraih kekuasaan dan ingin tetap mempertahankan, belajarlah untuk tahu saatnya berhenti. Dalam hal ini bukan berarti Anda tidak berpikir untuk langkah selanjutnya, tetapi buat lah target dalam setiap tahapan visi Anda.
53. Hindarilah Orang yang Tidak Bahagia & Sial
Setiap manusia menurut ilmu spiritual memiliki aura atau energi yang dapat mengirimkan vibrasi pada orang lain di sekitarnya. Secara psikologis atau dalam ilmu pendidikan, manusia dibentuk oleh lingkungan di mana ia berada. Pengaruh orang disekitarnya sangat berperan akan menjadi apa seseorang ke depan, maka ada nasehat dari orang sukses yang mengatakan, bergaul lah paling banyak dengan tiga orang yaitu dengan orang sukses di bidangnya atau yang punya visi, orang yang berbicara tentang keuangan dan orang yang optimis dan bahagia. Hindari bergaul dengan orang pesimis dan tidak memiliki tujuan hidup.
Kiranya hal tersebut tidak salah, karena dengan mengelilingi diri Anda dengan orang yang memiliki aura atau energi positif, maka Anda akan tertular hal yang positif tersebut. Lingkungan lah yang membentuk diri Anda. Oleh karena itu, hindari lah orang yang tidak bahagia dan sial, agar aura negatifnya tidak menulari Anda.
Ini bukan berarti membatasi diri dalam pergaulan, tetapi berpikir logis dan realistis, karena setiap orang dapat menciptakan kembali dirinya seperti yang dikehendaki, salah satunya memasuki ''circle'' orang yang memiliki aura positif. Demikian pula Anda yang ingin berkuasa dan mempertahankan kekuasaan ''lingkari'' lah diri Anda dengan orang yang positif, jauhi orang yang tidak bahagia dan sial.
54. Serang Si Gembala, Maka Domba - domba nya Pasti Berhamburan
Kalau kita melihat tayangan yang mengesankan di media sosial, di mana kawanan domba atau bebek yang jumlahnya begitu banyak, diatur oleh seorang gembala yang hanya dengan menggunakan tongkat sambil memberi isyarat atau membunyikan sesuatu dari mulutnya, sekawanan domba atau bebek akan mengikuti kemauan gembala. Tetapi bilamana ditinggalkan gembalanya, maka kawanan domba atau bebek dapat tercerai berai tidak beraturan. Hal tersebut dapat terjadi pula pada manusia, bila kehilangan pemimpin, maka anak buah dapat kebingungan mau berbuat apa, tidak tahu yang dikerjakan. Ada istilah yang mengatakan ''serang gembalanya, maka domba-dombanya pasti berhamburan''', .kalau pimpinan atau kepalanya sudah dipegang, maka anak buah akan ikut. Dalam suatu peperangan yang diincar adalah komandannya, kalau komandannya dihabisi, maka anak buah akan kocar-kacir, tidak ada yang mengatur pasukan.
Bila ingin menguasai, cari dulu pimpinannya, demikian pula dalam mempertahankan kekuasaan dan mendapat dukungan, maka tundukkan para penentu atau pimpinan untuk mendapat dukungan dari para pengukutnya.
55. Berusahalah Menang Dengan Terhormat, Tapi Jangan Merendahkan yang Kalah.
Banyak cara untuk memenangkan pertandingan, baik dengan cara yang elegan, tapi juga dengan cara curang. Kemenangan yang diperoleh dengan cara yang sportif, tentu akan dihargai, tetapi kalau dengan cara curang sudah pasti mendapat cemooh. Demikian lah aturan kehidupan yang berlaku, dengan menang secara terhormat, Anda akan dihargai dan didukung oleh mereka yang mengedepan- kan sportifitas. Namun harus diingat, meskipun Anda menang, jangan pernah merendahkan yang kalah, karena hidup ini ''cakra manggilingan'' atau ''seperti roda berputar'' alias kadang di atas, di bawah atau di samping. Jadi dengan tidak merendahkan yang kalah, Anda makin disegani dan dihormati. Cara seperti ini patut menjadi pegangan bila Anda berkuasa dan ingin mempertahankan kekuasaan. Bahkan kalau memungkinkan dan bersedia, ajak yang kalah untuk berkolaborasi, jadikan lawan menjadi partner adalah cara elegan sebagai pemenang. Hanya hal ini harus dilakukan secara selektif juga.
56 Hancurkan Musuh Anda Secara Total, Namun Jangan Membunuh Meskipun Anda Mampu.
Musuh akan selalu berusaha terus untuk mengalahkan atau mengganggu Anda, meskipun kekuatannya kecil. Demikian pula Anda akan berusaha mengalahkan agar tidak mengganggu tujuan Anda. Musuh ada yang menggunakan senjata bila dalam peperangan langsung, tetapi ada pula yang senjatanya berupa serangan propaganda yang dapat pula menjatuhkan Anda.
Namun harus disadari bahwa, kekuatan sesungguhnya dari musuh bukan senjata atau kekuatan fisik atau propaganda, tetapi semangat perlawanan yang menjadikan musuh tetap bertahan meski kekuatannya semakin kecil. Agar Anda tenang dalam menjalankan tujuan Anda, tidak diganggu oleh musuh, sebaiknya hancurkan secara total musuh Anda, tetapi jangan membunuhnya meskipun Anda mampu melakukan. Hancurkan secara total peralatan senjata sekaligus semangatnya, adalah pilihan terbaik untuk mengalahkan musuh, agar tidak lagi bangkit mengganggu tujuan Anda. Jangan pernah setengah- setengah dalam mengalahkan lawan atau musuh yang memang dinilai sangat tidak mungkin diajak dialog atau kerja sama dan merupakan bahaya laten. Hancurkan sampai ke akar akarnya agar ke depan tidak lagi dapat bangkit. Cara ini sangat dibutuhkan bila Anda berkuasa dan tetap mempertahankan kekuasaan.
Dengan mempelajari, melatih, mengetahui, memahami dan mempraktekkan hal tersebut di atas, maka Anda tidak lagi basa-basi dalam berjuang meraih kekuasaan dengan jargon-jargon yang hanya bersifat ''kamuflase'', padahal intinya ingin berkuasa. Mungkin banyak pihak akan tidak sepakat, bahkan berpikir negatif tentang beberapa hal di atas, hal tersebut wajar karena masing-masing memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda-beda. Namun tulisan ini diharapkan memberikan pengalaman hidup yang menyangkut bagaimana meraih dan mempertahankan kekuasaan. Sebab hakekat hidup adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Kalau Anda mampu menggunakan kekuasaan untuk menyejahterakan diri sendiri dan orang lain tidak ada salahnya. Tetapi kalau Anda menggunakan kekuasaan hanya untuk diri sendiri juga tidak ada salahnya, karena hakekat kekuasaan adalah untuk kepentingan diri juga. Dalam hal ini silahkan Anda sendiri yang menentukan, karena beberapa hal di atas hanya sebagai pengetahuan bagaimana mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan. Anda sendiri lah yang memilih cara, strategi atau gaya, dan Anda sendiri pula yang bertanggungjawab atas pilihan Anda. Hanya bertindak dan berlaku bijak lah ketika memegang kekuasaan. Baik buruk Anda ketika berkuasa akan menjadi catatan sejarah yang tidak mungkin Anda hapus. Salam waras.
Toraja, 18 September 2024
Rahayu. Rahayu, Rahayu
Kusumo Pawiro Danu Atmojo Jayadiningrat