''SUGIH TANPO BONDHO''
Mungkin ada diantara kita yang menyalah artikan falsafah Jawa 'Sugih tanpo bondho'' yang terjemahannya :'Kaya tanpa harta'', bahwa kaya itu tidak harus memiliki harta. Pertanyaannya kaya yang bagaimana kalau tidak berharta? Orang kaya pasta ada hartanya. Harta adalah bentuk dari kekayaan seseorang, jadi tidak relevan kalau kaya tanpa harta. Namun perlu digali lebih dalam makna Filosofi tersebut. Filosofi ''sugih tanpo bondho'' muncul di latar belakangi oleh situasi pada zaman itu, yaitu di masa penjajahan, di mana banyak rakyat yang menderita, secara ekonomi. Sebagai orang yang peduli pada kaum kecil, maka untuk memberi dukungan moril agar rakyat kuat menghadapi situasi tersebut lahir falsafah tersebut, yakni falsafah '''sugih tanpo bondho'' yang "'memiliki arti Kaya Tanpa Harta. Karangan sang kakak. dari Ibu Kartini yaitu RM Sosrokartono.'''
Falsafah ini menunjukkan kepedulian seorang bangsawan yang dekat dengan rakyat. Di mana pada masa itu, hidup rakyat sangat susah, istilahnya untuk makan saja susah apalagi memiliki harta, maka yang bisa dilakukan adalah memberi semangat, agar ada kesadaran bahwa meskipun keadaan ekonomi susah, tetapi sebagai manusia memiliki anugerah kekayaan tak terbatas.
Sebenarnya ''Sugih tanpo bondo atau kaya tanpa harta dapat diartikan secara maknawi (bukan harfiah), sehingga bisa dimaknai menjadi rumongso sugih, senajan tanpo bondo (merasa kaya, walaupun tanpa harta).
Falsafah ini mengingatkan bahwa manusia sebenarnya merupakan karunia yang sangat besar, karena ia diciptakan lebih sempurna dari malaikat dan hewan. Bila hewan diciptakan tanpa akal, dan malaikan diciptakan tanpa nafsu, manusia memiliki semuanya.''
Dalam hal ini manusia adalah mahkluk yang sempurna dan ini merupakan karunia besar yang diterima manusia. Hanya saja kesadaran bahwa diri manusia itu memiliki segalanya, tetapi tidak disadari oleh manusia sendiri. Terlebih ketika dihadapkan dalam etika dan moral, bahwa manusia tidak boleh sombong, maka menjadi relevan falsafah '''sugih tanpo bondho''.
Mengacu pemikiran Li Ka Shing seorang milyader asal Hongkong, dapat ditarik benang merah untuk memahami pengertian ''sugih tanpo bondho'', yang pada dasarnya manusia harus merasa kaya meski tanpa harta. Tanpa pemahaman yang demikian, maka manusia akan merasa kecil dan ''minder'', padahal manusia sebenarnya memiliki kekuatan dahsyat dalam dirinya, ini adalah ''kekayaan'' hakiki yang tidak dimiliki oleh mahkluk hidup lain. Dengan mengubah cara pandang terhadap diri sendiri dan kekayaan, maka akan membawa kesadaran makna sebenarnya ''sugih tanpo bondho'', yang dikaruniakan kepada setiap diri manusia.
Beberapa hal yang sekiranya dapat membantu kita memahami makna ''sugih tanpo bondho'' dengan mendasarkan cara berpikir pada pemikiran Li Kha Shing adalah sebagai berikut:
1. Berani mulai langkah pertama
Ketidak percayaan diri dan ragu akan kemampuan diri seringkali menjadi hambatan untuk maju dan bertumbuh karena terlalu banyak pertimbangan untuk melakukan langkah pertema menyongsong kehidupan yang lebih baik. Misalnya, ingin memiliki usaha sendiri, tetapi tidak segera mengeksekusi atau memulai. Tinggalkan rasa tidak percaya diri, gapai masa depan dengan memulai langkah pertama, maka langkah selanjutnya akan dapat dilakukan. Seribu langkah harus diawali dengan langkah pertama. Semangat memulai langkah pertama dan selalu ingin melangkah selanjutnya dengan mengembangkan diri merupakan ''kekayaan'' utama yang dimiliki setiap orang.
2. Menunda pekerjaan salah satu penyebab kemiskinan
Banyak hal tidak mencapai target, karena pelaku atau yang menjalankan terbiasa menunda pekerjaan. Faktor sering menunda pekerjaan merupakan faktor yang mengakibatkan orang tidak bekerja secara efektif dan efisien, karena suatu pekerjaan seharusnya dikerjakan tepat waktu, tepat sasaran, tepat pekerjaan dan tepat anggaran. Kebiasaan menunda pekerjaan menandakan ketidak profesionalitas dan menghambat kemajuan dan keberhasilan. Ini juga yang menyebabkan orang menjadi miskin karena tidak fokus pada pekerjaan dan lebih banyak ''korupsi waktu'', sering datang terlambat, tidak segera mengeksekusi dan sering menunda pekerjaan. Jangan sekali kali menunda pekerjaan kalau ingin menjadi ''kaya'' karena disiplin adalah ''kekayaan sejati'' yang harus dimiliki jika ingin sukses.
3. Ubah pola pikir tentang uang
Uang sering dipandang sebagai akar masalah dalam hidup, kiranya pandangan ini harus diubah, karena banyak masalah dapat diselesaikan dengan uang. Memang uang bukan tujuan utama hidup, tetapi untuk dapat hidup manusia harus menghasilkan uang. Ubah pola pikir tentang uang, karena uang sebagai bentuk imbalan atas kerja keras, kerja cerdas, kerja cerdik yang telah dilakukan setiap orang. Jangan pandang uang sebagai sumber masalah, uang merupakan sarana bagi setiap orang untuk dapat berbagi lebih banyak. Ada slogan yang mungkin perlu menjadi bahan masukan dalam memandang uang, yaitu ''banyak uang dapat banyak membantu, lebih banyak uang akan lebih banyak orang dapat dibantu''. Kekayaan sesungguhnya adalah ketika orang bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja cerdik dan mendapat imbalan berupa uang.
4. Mengetahui keadaan situasi keuangan atau managemen keuangan
Mengenal keadaan diri sendiri sangat penting, karena dari situ lah orang berangkat untuk meraih impian yang dimilikinya. Oleh karena itu, pendidikan keuangan bagi setiap orang sangat penting, agar dapat mengelola uang, menumbuhkan uang dan menjadikan uang bekerja untuk kita. Tanpa memiliki pengetahuan tentang keuangan orang akan kesulitan bila tidak punya uang, sedikit uang atau banyak uang. Oleh karena itu kemampuan seseorang mernahami keuangan merupakan bentuk ''kekayaan'' yang harus dimiliki apabila ingin sukses.
5. Pengeluaran tidak perlu menghambat perkembangan keuangan
Mengendalikan pengeluaran adalah kunci managemen keuangan yang baik, orang harus mampu menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran, ''jangan besar pasak daripada tiang''. Gunakan skala prioritas dan sesuaikan kemampuan dalam mengeluarkan uang. Jangan mudah tergiur oleh iklan dan gengsi. Tanpa mengelola pengeluaran dengan baik, maka kondisi keuangan dapat berantakan. Kemampuan mengendalikan pengeluaran merupakan kekayaan dalam manajemen keuangan, sehingga keadaan keuangan makin bertumbuh dan berkembang. Di sinilah kekayaan diri sesungguhnya yaitu tidak mudah tergoda untuk hidup hedonis dan berfoya foya menghamburkan uang. Kendalikan pengeluaran merupakan ''kekayaan'' yang seharusnya dimiliki, sehingga pengeluaran tidak menghambat perkembangan keuangan.
6. Pemgeluaran dasar menjadi kaya
Seperti halnya pengendalian pengeluaran, maka pengeluaran ini menjadi dasar untuk menjadi kaya. Pengeluaran yang tidak perlu dan konsumtif akan menghambat seseorang dalam mengelola mengatur keuangan. Pilih pengeluaran dengan berdasar skala prioritas, dan gunakan untuk hal hal yang dapat mengembangkan uang itu sendiri dengan menggunakan uang untuk usaha, investasi dan kebutuhan jangka panjang lain. Kekayaan sejati adalah ketika seseorang mampu memilih pengeluaran untuk menjadikan pengeluaran tersebut menghasilkan uang kembali.
7. Membuat uang berkembang
Sebagian besarr orang fokus pada pekerjaan untuk mendapatkan uang. Dari pagi sampai malam orang bekerja keras untuk mendapat uang, bahkan sampai seumur hidup bekerja demi uang. Tidak ada yang salah dengan aktifitas bekerja untuk dapat uang, tetapi perlu ditumbuhkan cara pikir baru yaitu membuat uang berkembang sendiri, yang sering orang muda menyebut ''beternak uang.'' Gunakan dan manfaatkan uang agar bekerja untuk kita. Memiliki ''mindset'' membuat uang berkembang merupakan salah satu kekayaan berpikir yang semestinya dimiliki seseorang yang patut dikembangkan.
8. Kesabaran dan Ketekunan menjadi kebajikan
Ketekunan membutuhkan kesabaran, dan kesabaran ketekunan ini dasar untuk kebajikan. Semua yang sukses biasanya adalah orang yang sabar, dan tekun, karena keduanya seperti dua sisi mata uang untuk melahirkan kebajikan. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk mencapai sukses. Oleh karena itu, kesabaran dan ketekunan merupakan kekayaan sebenarnya, berlaku lah sabar dan tekun, keduanya merupakan kekayaan sejati yang melahirkan kebajikan.
9. Kesalahan kegagalan adalah peluang untuk belajar
Sebagian orang menyerah ketika melakukan kesalahan atau kegagalan, padahal kedua hal tersebut adalah proses belajar yang harus dilalui. Dengan menganggap kesalahan dan kegagalan sebagai peluang belajar, maka orang akan terus bangkit dan mencoba kembali. Setiap penemuan yang lahir selalu melalui berkali kali percobaan maupun kegagalan dan ada pula kesalahan yang dilakukan, tetapi karena berulang kali mencoba akhirnya menemukan hasil.
Semangat belajar dari kesalahan dan kegagalan merupakan kekayaan manusia yang akan menuntunnya menggapai sukses.
10. Jalani hidup tanpa merugikan masa kini dan masa depan
Hidup harus dijalani apapun situasi dan kondisinya, kita tidak bisa berhenti sejenak dalam hidup ini. Dalam hal ini manusia harus berusaha dalam kesadaran bahwa kita berada di sini, saat ini dan seperti ini. Harus bisa menikmati hidup di masa kini dan mempersiapkan hidup untuk masa depan. Bagaimanapun masa kini dan masa depan berhubungan, kalau di masa kini kita tidak menyiapkan masa depan, maka masa depan menjadi tidak jelas, masa depan tergantung pada masa kini dalam kita menjalani hidup Jangan menjalani hidup yang dapat merugikan masa kini dan masa depan, ini berarti di masa kini harus dijalani dengan baik dan penuh syukur dengan menyiapkan merencanakan masa depan, jangan menghamburkan tenaga dan waktu di masa kini tanpa peduli dengan masa depan. Kesadaran akan pengaruh masa kini terhadap masa depan merupakan kekayaan yang tak ternilai untuk dimiliki oleh siapapun yang ingin sukses.
11. Rencanakan masa depan tanpa merugikan masa kini
Manusia mengukir masa depannya. Ini hal yang sangat dibutuhkan agar hidup memiliki tujuan dan jalur atau peta jalan masa depan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Rencana masa depan merupakan peta jalan hidup, hal ini seharusnya disusun atau dibuat oleh setiap individu karena masa depan yang bertanggung jawab adalah diri sendiri, bukan orang lain. Orang lain hanya akan melihat hasil tanpa melihat proses yang dilewati. Perjuangkan masa depan dengan tidak merugikan masa kini, karena biasanya mereka yang memiliki rencana masa depan tidak akan menyia siakan hidup di masa kini dengan hanya bersantai dan berfoya foya tanpa tahu rencana ke depan. Sebenarnya merencanakan masa depan merupakan ''kekayaan'' yang tidak ternilai yang akan dinikmati di masa mendatang.
12. Mengelola keuangan dengan bertanggungjawab
Bertanggung jawablah dalam mengelola keuangan, karena itu cermin masa depan yang sukses. Mulailah mengelola keuangan dengan baik dan bertanggung jawab dengan menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran. Kendalikan pengeluaran dengan skala prioritas, terutama utamakan investasi atau ''beternak uang'', baru sisanya untuk biaya hidup harian. Jangan dibalik, kalau ada sisa baru diinvestasikan. Lalu coba cari cara untuk meningkatkan pendapatan. Prinsipnya bertanggung jawablah terhadap pengelolaan keuangan mulai dari diri sendiri. Bagi manusia kemampuan mengelola keuangan dengan bertanggung jawab merupakan satu ''kekayaan'' yang menjadi dasar untuk menjadi kaya yang sesungguhnya.
13. Belajar bernegosiasi dan berkomunikasi yang baik
Negoisasi adalah salah satu ketrampilan yang penting dalam suatu hubungan. Selain itu komunikasi yang baik secara lisan maupun tulisan akan membantu seseorang menyampaikan ide gagasan maupun pemikiran. Oleh karena itu, kedua ketrampilan tersebut harus dipelajari dan dilatih agar menjadikan nilai tambah bagi seseorang. Kedua ketrampilan tersebut dapat mengantar seseorang sukses di pelbagai bidang, karena semua bidang kehidupan sangat membutuhkan kemampuan tersebut. Dalam hal ini, sebenarnya setiap manusia memiliki kedua kemampuan tersebut, hanya sayang tidak pernah diasah dengan melatih diri dan belajar bernegosiasi serta berkomunikasi dengan baik. Kedua hal tersebut merupakan nilai tambah alias ''kekayaan'' diri setiap manusia, hanya butuh dilatih dan belajar teknik tekniknya.
14. Pelajari pengetahuan investasi
Leluhur kita secara sederhana mengajarkan kita berinvestasi dengan membangun lumbung untuk menyimpan bahan makanan kalau terjadi kelangkaan pangan. Investasi modern saat ini beragam dari mulai property, perusahaan, saham, crypto, obligasi, logan mulia , on line dll. Tinggal dipelajari mana yang cocok dan dapat dilakukan dengan kondisi keuangan yang ada. Investasi ini sangat penting untuk masa depan, jangan menggantungkan diri pada orang atau pihak lain. Berusahalah menata hidup dengan berinvestasi, maka hidup akan menjadi berarti. Kemampuan memahami berbagai bentuk investasi merupakan ''kekayaan'' yang tidak ternilai, karena dapat menjamin masa depan. Kekayaan sesungguhnya adalah ketika memiliki kemampuan mengenal berbagai bentuk investasi dan mewujudkan dalam hidup. Inilah sumber kekayaan yang sebenarnya yaitu kemampuan mengeloka investasi dalam rencana kehidupan.
15. Jaga kesehatan fisik dan mental
Kesehatan merupakan faktor utama dalam menikmati hidup, karena kalau kondisi tidak sehat manusia tidak lagi bisa secara bebas menikmati segala anugerah yang diterima. Orang yang sehat secara fisik dan mental akan dapat beraktifitas secara maksimal, sehingga tidak membebani orang lain.
Kesehatan adalah kekayaan yang hakiki bagi setiap manusia, oleh karena itu menjaga dan merawat kesehatan fisik mental sangat diperlukan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Memiliki segalanya, tetapi kalau tidak sehat maka tidak dapat menikmati. Kesehatan merupakan ''kekayaan'' sesungguhnya dalam hidup ini.
16. Bersikap murah hati dan memberi kontribusi pada lingkungan
Jadi lah manusia yang berguna bagi diri, keluarga, dan masyarakat serta semesta. Adalah satu bentuk rasa syukur ketika memiliki sikap murah hati dan dapat menjadi berkat bagi aesama kapan dan dimana pun. Kunci hidup bahagia ketika kita bisa berbagi dengan sesama dan memberi kontribusi bagi lingkungan kita. Kebahagiaan yang tak tergantikan ketika orang lain tersenyum karena kita bermurah hari dengan perhatian dan berbagi berkat lainnya. Sesungguhnya kekayaan sejati adalah ketika kita bermurah hati dan bermanfaat bagi lingkungan. Jangan pelit dalam bersikap murah hati dan berbagi berkat, maka kita pun menjadi penyalur berkat bagi pemilik berkat itu sendiri.
Dari pemikiran tersebut di atas, maka sebenarnya setiap manusia dibekali dengan kekayaan sejati. Hanya saja talenta atau potensi tersebut kurang ditumbuh kembangkan, bahkan disimpan dengan mengatakan bahwa tidak mampu. Padahal anugerah atau karunia yang diberikan pada manusia tersebut adalah dasar untuk menjadi kaya. Inilah sebenarnya pengertian '' sugih tanpo bondho'', bahwa manusia dalam menjalani hidup ini telah dibekali kekayaan yang tidak terbatas, bergantung masing-masing individu saja sadar atau tidak sadar, kalau sadar maka tentu akan menggunakan dan memanfaatkan kekayaan yang ada dalam diri setiap individu untuk berjuang mewujud nyatakan dalam perjalanan hidup. Jangan pernah menyerah, takut gagal dan merasa tidak mampu, gunakan bekal ''kekayaan'' yang dianugerahkan tersebut untuk berjuang dengan cerdik, tulus sosial dan menjadi berkat bagi sesama dan hidup kelak dikenang. Salam waras.
Mino, 07 Februari 2024
Rahayu. Rahayu, Rahayu
Kusumo Pawiro Danu Atmojo Jayadiningrat