Langsung ke konten utama

SANG PINILIH''

''SANG PINILIH''

Hidup setiap manusia tidak pernah disangka-sangka, banyak yang dulunya dianggap biasa ternyata di masa selanjutnya menjadi luar biasa. Hal tersebut tidak lepas dari perjalanan hidup setiap manusia yang berbeda-beda. Hanya saja semesta sebenarnya telah menyiapkan masing masing individu melalui proses kehidupan yang dialami masing-masing. Dalam proses ini manusia diuji untuk siap atau tidak menerima tugas yang akan diemban. Semesta memberi kesempatan setiap orang secara bebas merdeka untuk menentukan sendiri masa depannya. Manusia sendiri yang menciptakan masa depannya. Hanya kepekaan seseorang dalam menangkap sinyal dari semesta dalam proses menciptakan masa depannya berbeda-beda.  Kadang setelah melewati suatu peristiwa baru manusia sadar bahwa sebenarnya semesta sudah menuntun, tetapi hal tersebut tidak disadari ketika berproses, sehingga proses tersebut dilewati atau diulang lagi.  Lalu bagaimana mengetahui bahwa semesta telah menuntun menuju masa depan? Apakah dengan mengetahui tuntunan semesta hidup menjadi bahagia?

Setiap manusia oleh semesta dibimbing untuk menemukan jalan hidupnya. Anda sendiri dapat merasakan hal tersebut dengan berefleksi setiap peristiwa kehidupan yang dialami. Di sinil ah gunanya untuk setiap hari bermeditasi untuk merasakan bimbingan semesta tersebut. Hanya karena manusia lebih terbiasa dengan rutinitas, sehingga tidak mampu merasakan tuntunan semesta tersebut, terlebih bila sibuk dengan segala hal hingga tidak ada waktu  untuk merenung atau berefleksi. Tetapi ketika menghadapi masalah besar atau terantuk kasus, baru lah manusia merenungi kembali mengapa hal tersebut terjadi. Walaupun sebenarnya semesta telah mengingatkan berkali-kali, tapi karena abai, maka semesta mengingatkan dengan suatu peristiwa yang tidak lagi mampu untuk diselesaikan. Lalu mulai pasrah dan mencari ''Tuhan''. Begitulah sebenarnya semesta bekerja, kekurang pekaan manusia saja yang menyebabkan manusia tidak menemukan jalan hidupnya.

Dengan bimbingan semesta manusia akan bahagia hidupnya, karena telah menemukan tugas yang sejati. Kebahagiaan memang relatif, tetapi bagi mereka yang sudah menemukan tugas sejatinya akan merasakan bahagia yang tidak bisa diukur dengan ''uang'' maupun hal duniawi lainnya, meski tugas tersebut bagi orang lain tidak berarti, tetapi baginya sangat membahagiakan. Kalau Anda sudah mengalami seperti ini, hendaknya bersyukur dan teruskan tugas tersebut dengan sepenuh dan setulus hati yang akan mengantarkan Anda menemukan ''tanda heran satu ke tanda heran yang lainnya''. Dengan demikian hidup menjadi perjalanan yang menyenangkan, mesti banyak tantangan rintangan yang dihadapi, itu semua menjadi latihan untuk semakin mendapat kepercayaan untuk memberikan yang terbaik untuk semesta. Dalam hal ini semesta akan mengasah kemampuan yang ada agar dapat dikuasai untuk melaksanakan tugas hidupnya. Apabila hal tersebut tidak disadari dengan mengabaikan proses melalui latihan, maka bisa jadi tidak memiliki kemampuan atau skill yang dibutuhkan untuk tugas yang sebenarnya harus diemban.

Keadaan memiliki ketramoilan yang bermanfaat dalam menjalani tugas dari semesta, dapat diraih oleh semua orang asalkan mau menghargai prosesnya. Adapun kemampuan yang dibutuhkan kalau ingin tetap bertahan dalam hidup ini, miliki lah sekurang kurangnya beberapa kemampuan atau skill di bawah ini:
1. Trampil di bidang tertentu secara mendalam alias ahli atau profesional
Kuasai salah satu bidang yang menjadi pilihan dan sesuai dengan bakat, minat, sampai trampil dan ahli atau ''master'' di bidang tersebut. Dengan demikian ada nilai tambah yang dapat digunakan untuk menjalani hidup.
2. Trampil menjual dan negoisasi
Kemampuan menjual dan bernegoisasi bukan hanya berguna dalam berdagang, tetapi juga berguna dalam kepemimpinan. Dengan cara menjual ide, gagasan dan bernegoisasi dalam berbagai bidang kehidupan akan memiliki posisi tawar. Latih terus ketrampilan menjual dan bernegoisasi.
3. Trampil bertindak bekerja konsisten
Konsistensi atau sikap tidak mudah berubah ubah sangat diperlukan dalam kehidupan ini. Orang yang konsisten  dalam bertindak dan bekerja akan sukses.
4. Trampil mengelola keuangan
Kunci kebebasan finansial antara lain trampil mengelola keuangan dengan mengatur cashflow atau pendapatan dan pengeluaran yang sehat.
5. Trampil berinvestasi
Investasi merupakan salah satu cara untuk memiliki passive income. Kemampuan menguasai berbagai bentuk investasi akan menjadikan hidup masa depan lebih terjamin
6.. Trampil berbisnis
Memiliki ketrampilan dalam berbisnis akan membantu menambah sumber penghasilan. Semua orang dapat berbisnis asal ada kemauan dan mau belajar serta berlatih terus menerus.
7.  Trampil membaca, mengingat dan memahami
Membaca merupakan ketrampilan yang dapat menjadi dasar belajar,  apalagi memiliki kemampuan mengingat dan memahami yang dipelajari atau dibaca. Membaca dikatakan sebagai jendela pengetahuan.
8. Trampil mendengar dan belajar dari semua orang
Tidak semua mampu mendengar, lebih banyak bicara. Ketrampilan mendengarkan orang lain merupakan kunci untuk belajar dari semua orang.
9. Trampil membuat rincian atau langkah detail
Kemampuan untuk menyusun rencana besar dalam langkah atau tahapan yang terinci membutuhkan berpikir komprehensif. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan di berbagai bidang kehidupan.
10. Trampil  menulis yang memotivasi orang lain
Kemampuan menulis yang dapat memotivasi orang lain membutuhkan ketrampilan yang harus dilatih terus menerus. Ketrampilan ini bermanfaat untuk membangun jaringan melalui tulisan yang memotivasi.

Apabila diantara kesepuluh ketrampilan di atas dikuasai, maka Anda akan memiliki nilai tambah dan terbuka peluang memanfaatkan ketrampilan tersebut untuk menjalani kehidupan lebih baik, karena memiliki nilai tambah diri sebagai modal untuk posisi tawar. Terlebih bila beberapa ketrampilan di bawah ini juga dikuasai atau diikembangkan, seperti :
11. Trampil berkomunikasi
Komunikasi merupakan cara menyampaikan ide gagasan maupun perasaan secara verbal. Kemampuan ini dapat dipelajari dan dilatih. Dengan ketrampilan ini dapat memberi nilai tambah yang sangat berguna dalam penjualan dan negoisasi.
12. Trampil berbicara di muka umum
Selain trampil berkomunikasi, dibutuhkan pula kemampuan berbicara di depan umum, karena dengan kemampuan ini seseorang dapat mempengaruhi lebih banyak orang dengan ide maupun gagasannya. Mampu berdebat secara elegan dan efektif dengan tetap menghormati dan menghargai perbedaan pendapat.
13  Trampil mengatur waktu dengan disiplin
Disiplin mengatur waktu adalah ketrampilan yang dibutuhkan untuk bekerja secara konsisten. Bekal sukses dengan disiplin diri, tepat waktu dan memiliki agenda atau rencana kerja terjadwal.
14. Trampil mengambil keputusan berdasar fakta bukan emosi
Untuk menjadi seorang pimpinan dibutuhkan ketrampilan mengambil keputusan berdasarkan data dan analisis yang tepat, bukan sekedar berdasar emosi semata,  apalagi hanya berdasar tahkayul atau ''katanya''.
15. Trampil berpikir positif dan optimis
Berpikir positif dan optimis dalam hidup  merupakan ketrampilan yang dapat mendorong atau memotivasi seseorang untuk terus berusaha dengan pantang menyerah dan percaya diri.
16. Trampil mengendalikan pikiran
Pikiran manusia tak terbatas dan bisa liar, dalam hal ini dibutuhkan kemampuan mengendalikan pikiran untuk hal yang positif dengan fokus pada hal yang menjadi tujuan hidup atau fokus pada solusi.
17. Trampil melupakan masa lalu alias ''move on''
Sering kali masa lalu menjerat untuk memiliki keberanian  melangkah menyongsong masa depan. Kemampuan  ''move on'' dan melupakan masa lalu dapat membantu untuk berani bertindak menuju masa depan yang lebih baik.
18. Trampil mengevaluasi diri
Melihat dan memahami diri sendiri akan sangat membantu dalam mengetahui kelebihan dan kelemahan diri. Hal tersebut membutuhkan ketrampilan mengevaluasi diri sendiri.
19. Trampil berempati
Ikut merasakan keadaan yang dialami oleh orang lain atau berempati sangat dibutuhkan dalam pergaulan, yang akan membantu membangun pergaulan yang sehat dan membangun jaringan.
20. Trampil beradaptasi, berimprovisasi dan pantang menyerah
Hidup ini dinamis selalu berubah setiap waktu, maka ketrampilan beradaptasi sangat dibutuhkan agar tetap eksis. Demikian pula trampil berimprovisasi dalam menghadapi sesuatu yang baru atau tak terduga, serta memiliki kemampuan pantang menyerah akan membawa Anda menuju pintu keberhasilan.
21. Trampil bersosialisasi dan membangun jaringan
Dengan ketrampilan bersosialisasi dan membangun jaringan akan memudahkan dalam bekerja sama dan mencari bantuan bilamana membutuhkan.
22. Trampil memanfaatkan potensi orang lain untuk kemajuan bersama
Kepemimpinan yang efektif ketika trampil memanfaatkan potensi orang lain untuk kemajuan bersama atau untuk mencapai tujuan bersama.
23. Trampil memimpin
Trampil memimpin sangat dibutuhkan dalam kelompok atau organisasi. Dengan memiliki ketrampilan memimpin seseorang dapat berhasil dalam karir atau berorganisasi. 

Dengan memiliki beberapa ketrampilan di atas, maka Anda akan menjadi manusia yang berbekal cukup untuk menjalani tugas dari semesta. Semua ketrampilan tersebut sebenarnya sudah disiapkan oleh semesta untuk dikembangkan, hanya  karena ke kurang pekaan saja sehingga ketrampilan yang berupa potensi tidak muncul dalam diri seseorang.  Dengan demikian tidak dapat menjadi ''sang pinilih'' atau ''satrio piningit'' atau ''penyelamat'' atau apapun sebutannya. Mereka yang menjadi ''sang pinilih'' adalah manusia-manusia yang berusaha dengan keras, cerdas dan cerdik untuk mengembangkan potensi dirinya, dengan belajar dan berlatih menguasai ketrampilan tersebut, sehingga menjadi manusia yang ahli atau profesional  yang bermanfaat bagi dirinya, sesama dan semesta. Masihkah Anda bermalas-malasan? Tidak menghargai proses? Mudah menyerah? Kalau demikian bersiaplah menjadi pecundang. Hidup adalah pilihan, hanya diri sendiri yang bertanggung jawab akan hidup Anda. Berusaha lah menjadi ''sang pinilih'' selagi masih ada waktu dan kesempatan. Semesta sudah memberi potensi dan kesempatan, tinggal diri sendiri yang memilih dan bertindak. Salam waras.

Toraja,  12 Juli 2024
Rahayu. Rahayu, Rahayu
Kusumo Pawiro Danu Atmojo Jayadiningrat

Postingan populer dari blog ini

':RAHAYU NIR ING SAMBIKALA'

':RAHAYU NIR  ING SAMBIKALA' Suatu saat ketika pergi ke suatu desa yang agak pelosok di daerah Yogya untuk bertemu dengan seorang teman, saya mendapat petunjuk atau ''ancar-ancar'' letak rumahnya. Sesampai di daerah tersebut, karena memang belum tahu wilayah dimaksud, maka untuk meyakinkan, kemudian mendatangi suatu rumah yang kebetulan sedang ada beberapa orang duduk-duduk di teras bercerita. Dengan menggunakan bahasa Jawa, saya menyapa: ''Kulo Nuwun, nyuwun sewu, badhe tanglet, dalemipun pak... menika ingkang pundi?'' . Terjemahannya ''Permisi, maaf mengganggu, mau bertanya, rumahnya pak...itu yang sebelah mana?' Salah satu bapak yang  duduk di depan kemudian menunjuk salah satu rumah bercat biru, tiga rumah dari tempat tersebut. Kemudian salah salah satu bapak yang lain nyelutuk:'' Wah... Saking nagari, njeh? Ketawis saking ngendikane, mlipis.': terjemahannya ''Wah ... dari kota, ya? Kelihatan dari gaya bicara...

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKAx

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKA Mengamati kejadian di media sosial akhir-akhir ini, di mana terjadi saling klaim bahwa keyakinan atau kepercayaannya yang  paling asli dan paling benar, menimbulkan pertanyaan besar apakah Sang Pencipta yang disebut 'Tuhan' itu ada banyak sesuai versi masing-masing keyakinan kepercayaan.  Jangan-jangan 'Tuhan' itu narasi manusia yang memang memiliki daya khayal tinggi, dalam mencari jawab atas apa yang tidak diketahui atau di luar nalar manusia lalu disebut 'Tuhan'.  Bahkan belum bertemu pun sudah dapat memerinci sifat-sifat 'Tuhan' dan ciri-ciri bahwa ini karya 'Tuhan'. Bahkan 'Tuhan' direduksi seperti manusia bisa marah, dendam, iri, suka menguji, dan menghukum manusia, tapi juga maha kasih dan maha segalanya. Manusia yang sadar dan tidak mau diindotrinasi begitu saja tentu akan bertanya apakah 'Tuhan' yang diklaim paling asli, paling benar itu kah 'Tuhan' yang sebenarnya atau hanya ...

''SUGIH TANPO BONDHO''

 ''SUGIH TANPO BONDHO'' Mungkin  ada diantara kita yang menyalah artikan falsafah Jawa 'Sugih tanpo bondho'' yang terjemahannya :'Kaya tanpa harta'', bahwa kaya itu tidak harus memiliki harta. Pertanyaannya kaya yang bagaimana kalau tidak berharta? Orang kaya pasta ada hartanya. Harta adalah bentuk dari kekayaan seseorang, jadi tidak relevan kalau kaya tanpa harta. Namun perlu digali lebih dalam makna Filosofi tersebut. Filosofi ''sugih tanpo bondho'' muncul di latar belakangi oleh situasi pada zaman itu, yaitu di   masa penjajahan, di mana banyak rakyat yang menderita, secara ekonomi. Sebagai orang yang peduli pada kaum kecil, maka untuk memberi dukungan moril agar rakyat kuat menghadapi situasi tersebut lahir falsafah tersebut, yakni falsafah '''sugih tanpo bondho'' yang "'memiliki arti Kaya Tanpa Harta. Karangan sang kakak. dari Ibu Kartini yaitu RM Sosrokartono.''' Falsafah ini menunj...