Langsung ke konten utama

SAKSI ''WELAS ASIH''

SAKSI  ''WELAS ASIH''

Kata cinta paling mudah diucapkan oleh siapapun, terlebih mereka yang sedang dimabuk asmara, akan muncul berbagai kata yang dirangkai sebagai kata kata indah yang penuh cinta. Namun sayang cinta kadang direduksi hanya sebagai kata yang bermakna asmata, padahal cinta bukan melulu seputar asmara, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. Bahkan dikatakan cinta sebagai ringkasan seluruh isi suatu Kitab Suci, maka begitu luar biasanya makna cinta. Dunia tanpa cinta, maka manusia tidak akan pernah menikmati keindahan dan bahagia dalam hidupnya. Orang yang bahagia hidupnya dikarenakan dirinya penuh cinta dan dikelilingi cinta. Kalau pun orang memiliki kekayaan, ketenaran, status sosial, jabatan, kesuksesan dan  sebagainya, tetapi kalau tidak ada cinta, maka hidupnya menjadi hampa. Sudah banyak cerita orang yang memiliki segalanya ternyata hidupnya selalu merasa susah, sendiri sepi dan akhirnya mati mengenaskan, bunuh diri. Ini akibat tidak ada cinta dalam diri  maupun di lingkungannya.

Apakah hanya dengan cinta manusia dapat bahagia? Tentu saja tidak, banyak hal yang mempengaruhi seseorang menjadi bahagia, tetapi banyak hal tersebut harus dilakukan berdasarkan cinta, tanpa itu maka hidup menjadi seperti robot, tidak ada perasaan yang ikut terlibat. Misalnya seorang suami yang begitu mencintai istrinya, tetapi tidak cukup dengan cinta pasangan suami istri bisa menjalani hidup, mereka butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena rasa cinta tersebut, tentu suami tidak hanya berdiam diri dan memadu asmara dengan istrinya, tetapi dia bekerja keras untuk mendapatkan uang untuk orang yang dicintai. Dalam bekerja suami juga harus bekerja penuh cinta pada pekerjaannya, sehingga dia dapat bekerja dengan fokus dan baik dan mendapatkan uang dari pekerjaannya. Melalui cinta manusia mampu menggerakkan dunia.

Kalau cinta mampu menggerakkan dunia kenapa banyak orang tidak menggunakan cinta untuk berbuat baik, bahkan karena cinta ada yang rela membunuh atau mencelakai orang yang dicintai? Lalu sebenarnya cinta yang bagaimana yang mampu menggerakkan dunia? Berbicara tentang cinta, tidak akan pernah habis, ada yang berpendapat bahwa cinta sendiri terbagi dalam beberapa katagori, yaitu:
1. Cinta eros
''Eros (bahasa Yunani: Ἔρως), dalam mitologi Yunani, adalah dewa cinta dan nafsu seksual. Dia juga disembah sebagai dewa kesuburan. Eros juga merupakan sebuah kata dalam bahasa Yunani yang berarti cinta berdasarkan hawa nafsu saja. Kata turunannya adalah erotis.'' Orang yang berada di tataran ini, bisa saja berbuat jahat pada orang yang dicintai, karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
2. Cinta philautia
''Philautia atau Cinta diri   didefinisikan sebagai "cinta pada diri sendiri" atau "menghargai kebahagiaan atau keuntungan diri sendiri" [1] keduanya telah dikonseptualisasikan sebagai kebutuhan dasar manusia [2] dan sebagai cacat moral, mirip dengan kesombongan dan keegoisan,[3] memiliki kesamaan arti dengan cinta pada diri sendiri, kesombongan, egoisme, dan lain-lain. ''
Orang yang merasuki cinta ini dalam dirinya, tentu sangat berpeluang untuk berbuat semaunya sendiri yang penting dirinya diuntungkan. Semua berpusat pada dirinya.
3. Cinta ludus
''Ludus. Orang dengan gaya cinta ludus memandang cinta sebagai permainan yang mereka mainkan untuk menang. Seringkali ini bisa menjadi sebuah permainan yang melibatkan banyak pemain! Individu ludus merasa nyaman dengan penipuan dan manipulasi dalam hubungan mereka.''
Biasanya orang yang memegang cinta model ini, biasanya sebagai orang yang suka memanipulasi kehidupan sebagai sebuah permainan demi keuntungannya.
4. Cinta mania
''Mania. Ini mengacu pada jenis cinta yang obsesif. Orang-orang ini cenderung bergantung secara emosional dan membutuhkan kepastian yang cukup konstan dalam suatu hubungan''
Orang yang cenderung menggunakan cinta ini, akan mudah cemburu dan terbawa perasaan.
5. Cinta pragma
''Pragma adalah jenis cinta yang tumbuh dari pasangan yang telah bersama selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Cinta itu matang seiring berlalunya waktu, cinta yang telah dipertahankan melalui upaya dan pertimbangan yang sama dari kedua pasangan, cinta yang bertahan selamanya''
Cinta bersemi karena biasa pada mulanya, adalah cinta ini, yang tumbuh seiring dengan waktu dan perhatian.
6. Cinta storge
''Storge adalah jenis cinta yang mengalir secara alami antara orang tua dan anak-anak serta keluarga besar. Rasa cinta ini terasa lebih kental hingga disebut rasa sayang, yaitu hubungan yang berkembang karena adanya kebersamaan, kepercayaan, ikatan dan rasa hormat, sebuah hubungan jauh lebih kuat.''
Cinta ini diwariskan turun temurun dan berproses secara alami.
7. Cinta philia
''Philia adalah cinta persahabatan. Di sini, cinta bersifat relasional. Orang lain telah dipandang sebagai pribadi yang mempunyai kekhasan/keunikan dan kualitas tersendiri: cantik, lembut, pengertian, dan seterusnya. Cinta philia tidak dibatasi oleh jenis kelamin tetapi terbuka kepada semua, baik pria maupun wanita.''
Sahabat sejati yang bertahan sampai terpisahkan karena kematian didasari oleh rasa cinta ini.
8. Cinta agape
''Agape adalah istilah Yunani yang berarti 'cinta yang tidak mementingkan diri sendiri, atau cinta tanpa batas, atau cinta tanpa syarat (Inggris: unconditional love). Cinta agape tidak pernah egois. Agape berarti cinta yang bersifat total, kerap identik dengan cinta Tuhan terhadap ciptaan-Nya''
Cinta ini benar-benar cinta yang keluar dari kepentingan diri dan kesediaan total menerima orang lain serta kesediaan berkorban.

Dari kedelapan pengertian di atas, maka no 1 s.d. 4 merupakan cinta yang belum sampai pada tingkat ''keluar dari diri'' karena masih bertumpu atau berpusat pada diri sendiri. Sedangkan jenis cinta dari no. 5 s.d. 8 merupakan benih cinta yang akan sampai atau menuju cinta sejati, yang juga disebut sebagai ''welas asih'' yaitu,  ''suatu perilaku dimana seseorang mampu merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain (Endraswara, 2013a). Perasaan ini muncul sebagai suatu bentuk kepedulian seseorang dengan sesamanya.'' Tetapi cinta ini juga tidak terbatas pada manusia, juga ditujukan pada sesama makhluk hidup dan seisi alam semesta. Inilah cinta yang mampu menggerakkan dunia menuju kesempurnaan yang tak terbatas. Dengan ''welas asih'' ini manusia tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk semua yang ada di alam semesta, suatu bentuk cinta total yang ditujukan untuk keselamatan dan kesempurnaan seisi alam semesta. Cinta seperti ini hanya bisa dilakukan oleh manusia yang telah mencapai kesadaran sebagai manusia paripurna, ''Manunggal ing Kawulo lan Gusti'' atau ''Aku dalam Dia dan Dia dalam Aku.'' Mampu kah manusia mencapai cinta yang demikian?

Pada dasarnya manusia dibekali dengan kedelapan jenis cinta tersebut untuk menaklukkan dunia. Hanya saja banyak orang tidak menyadari hal tersebut, manusia terjebak pada belenggu cinta yang hanya berpusat padi dirinya, baik berupa cinta nafsu, cinta diri  permainan cinta dan cinta emosional yang pencemburu.  Dengan tidak mampunya manusia melepaskan diri pada ikatan cinta yang masih berpusat pada kesenangan diri, kepuasan diri, milik sendiri dan hanya mementingkan diri, maka manusia tidak bisa keluar dari dirinya untuk melebarkan atau meluaskan cintanya pada hal-hal yang di luar dirinya, demi orang lain atau mahkluk lain dan pada alam semesta.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran cinta manusia perlu bergerak dengan,
1. Menyadari diri bahwa keberadaannya karena cinta.
2. Menyadari bahwa apabila ingin dicintai, maka cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri
3. Cinta adalah menerima apa adanya orang lain, mahkluk hidup, keadaan, pekerjaan, maupun seluruh semesta.
4. Perasaan cinta diekspresikan dengan tindakan nyata untuk semakin sempurna dan keselamatan sesama dan semesta
5. Cinta sebaiknya lebih banyak menggunakan  logika bukan dengan perasaan saja. Jika kamu mencintai, maka kamu juga akan dicintai.
6. Ketulusan cinta dapat dirasakan karena getarannya akan sampai pada sanubari terdalam.
7. Cinta adalah pelayanan, pengorbanan, pengertian, memahami dan kerelaan untuk berbagi.
8. Jangan katakan cinta, tapi berbuatlah atas nama cinta yang tanpa pamrih.
Dengan demikian, maka anda  akan berani menjadi saksi ''welas asih'' dalam kehidupan. Tidak mudah memang, karena menjadi saksi berarti memahami apa itu ''welas asih'' dan melaksanakannya di tengah kehidupan. Salam waras.

Mino,  30  Desember 2023
Rahayu. Rahayu, Rahayu
Kusumo Pawiro Danu Atmojo Jayadiningrat

Postingan populer dari blog ini

':RAHAYU NIR ING SAMBIKALA'

':RAHAYU NIR  ING SAMBIKALA' Suatu saat ketika pergi ke suatu desa yang agak pelosok di daerah Yogya untuk bertemu dengan seorang teman, saya mendapat petunjuk atau ''ancar-ancar'' letak rumahnya. Sesampai di daerah tersebut, karena memang belum tahu wilayah dimaksud, maka untuk meyakinkan, kemudian mendatangi suatu rumah yang kebetulan sedang ada beberapa orang duduk-duduk di teras bercerita. Dengan menggunakan bahasa Jawa, saya menyapa: ''Kulo Nuwun, nyuwun sewu, badhe tanglet, dalemipun pak... menika ingkang pundi?'' . Terjemahannya ''Permisi, maaf mengganggu, mau bertanya, rumahnya pak...itu yang sebelah mana?' Salah satu bapak yang  duduk di depan kemudian menunjuk salah satu rumah bercat biru, tiga rumah dari tempat tersebut. Kemudian salah salah satu bapak yang lain nyelutuk:'' Wah... Saking nagari, njeh? Ketawis saking ngendikane, mlipis.': terjemahannya ''Wah ... dari kota, ya? Kelihatan dari gaya bicara...

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKAx

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKA Mengamati kejadian di media sosial akhir-akhir ini, di mana terjadi saling klaim bahwa keyakinan atau kepercayaannya yang  paling asli dan paling benar, menimbulkan pertanyaan besar apakah Sang Pencipta yang disebut 'Tuhan' itu ada banyak sesuai versi masing-masing keyakinan kepercayaan.  Jangan-jangan 'Tuhan' itu narasi manusia yang memang memiliki daya khayal tinggi, dalam mencari jawab atas apa yang tidak diketahui atau di luar nalar manusia lalu disebut 'Tuhan'.  Bahkan belum bertemu pun sudah dapat memerinci sifat-sifat 'Tuhan' dan ciri-ciri bahwa ini karya 'Tuhan'. Bahkan 'Tuhan' direduksi seperti manusia bisa marah, dendam, iri, suka menguji, dan menghukum manusia, tapi juga maha kasih dan maha segalanya. Manusia yang sadar dan tidak mau diindotrinasi begitu saja tentu akan bertanya apakah 'Tuhan' yang diklaim paling asli, paling benar itu kah 'Tuhan' yang sebenarnya atau hanya ...

''SUGIH TANPO BONDHO''

 ''SUGIH TANPO BONDHO'' Mungkin  ada diantara kita yang menyalah artikan falsafah Jawa 'Sugih tanpo bondho'' yang terjemahannya :'Kaya tanpa harta'', bahwa kaya itu tidak harus memiliki harta. Pertanyaannya kaya yang bagaimana kalau tidak berharta? Orang kaya pasta ada hartanya. Harta adalah bentuk dari kekayaan seseorang, jadi tidak relevan kalau kaya tanpa harta. Namun perlu digali lebih dalam makna Filosofi tersebut. Filosofi ''sugih tanpo bondho'' muncul di latar belakangi oleh situasi pada zaman itu, yaitu di   masa penjajahan, di mana banyak rakyat yang menderita, secara ekonomi. Sebagai orang yang peduli pada kaum kecil, maka untuk memberi dukungan moril agar rakyat kuat menghadapi situasi tersebut lahir falsafah tersebut, yakni falsafah '''sugih tanpo bondho'' yang "'memiliki arti Kaya Tanpa Harta. Karangan sang kakak. dari Ibu Kartini yaitu RM Sosrokartono.''' Falsafah ini menunj...