Langsung ke konten utama

PENDEKAR DARI PUNCAK MERAPI (0110)

Cerita Bersambung (CerBung)

PENDEKAR DARI PUNCAK MERAPI (0110)
Oleh: Ki Kusumo P.D.A.J.

Memasuki hutan Karangasem keadaan jalan yang dirintis oleh tim pendahulu hampir sama dengan hutan Jombor, hanya saja di hutan tersebut beberapa ladang penduduk sudah mulai ada. Hal tersebut menandakan kalau di sekitar sudah ada pemukiman penduduk. Mendekati tempat pemberhentian sementara yang sedang dibangun, mulai terdengar sayup-sayup suara kapak dll yang digunakan oleh para pekerja. Pekerjaan pembangunan tempat pemberhentian tersebut dipercepat, karena semakin banyaknya para pengungsi di Kotaraja, dan sebagian besar berminat untuk ikut pindah menemukan penghidupan baru. Bekel Taruno yang bertanggungjawab untuk menyiapkan jalur lintasan dan pemukiman sementara di beberapa tempat harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan.

Wilayah hutan Karangasem merupakan tempat persinggahan pertama yang harus segera diselesaikan, kemudian ke timur akan dibangun lagi beberapa persinggahan. Direncanakan bila hutan Karangasem sudah terbuka dan siap menerina mereka yang eksodus, maka akan dilanjutkan pembukaan pemukiman sementara di daerah berikutnya. Sistem ini direncanakan akan membuka pemukiman baru di setiap persinggahan. Kelompok pertana akan bermukim selama beberapa bulan, sambil mereka membuka ladang di sepanjang rute atau jalur perjalanan menuju pemukiman kedua. Kelompok berikutnya datang, maka kelompok pertama sebagian akan berpindah ke pemukiman kedua dan ada yang tetap tinggal.

Begitu rencana yang telah dibuat untuk memindahkan penduduk yang bersedia. Mereka juga mengatur strategi propaganda agat para penduduk yang ejsodus terus bergerak sesuai rute atau jalur yang ada. Program ini disusun sedemikian rapi sehingga tidak dicurugai oleh pihak pemerintah kerajaan, yang nampak dipermukaan adalah pemberian bantuan kepada para pengungsi di Kotaraja yang begitu banyak dan membutuhkan tempat baru. Namun ternyata yang ikut berpindah tidak saja para pengungsi tetapi juga para penduduk yang merasa tidak nyaman lagi tinggal di Kotaraja.
Kesempatan tersebut banyak digunakan dari kalangan pendatang yang berdagang di Kotaraja. Persaingan dagang  di Kotaraja sudah demikian ketat, belum lagi tindak kriminal yang terus tak terkendali, mereka memilih berpindah mencari peluang baru. Demikianlah kejelian para perantau yang berdagang dalam melihat peluang emas masa depan di tempat baru.

Begitu sampai di hutan Karangasem yang dibuka untuk pemukinan, rombongan Bekel Taruno disambut oleh Lurah prajurit didampingi Bibi Wardani dan Gendis. Mereka dipersilahkan masuk ke barak yang digunakan untuk tempat istirahat para pekerja. Lurah prajurit kemudian melaporkan secara singkat kejadian yang terjadi. Bagaimana mereka diserang gerombolan Gagak Wetan, untung saja pumpinan gerombolan tersebut dapat dikalahkan oleh Gendis hingga tewas terkena sabetan pedang Gendis. Lurah prajurit juga memuji Bibi Wardani dan Gendis yang bertempur dengan gigih melawan gerombolan Gagak Wetan. Bekel Taruno berterima kasih atas usaha yang gigih dari semua prajurit dan pekerja, dan saat ini telah datang bantuan tambahan tenaga. Selain untuk mempercepat pengerjaan tempat persinggahan juga untuk mengamankan lokasi serta rute atau jalur ke wilayah timur. Selesai berbincang dan mendapat laporan rombongan pun berisirahat.

Malam itu Jati Pragolo, Jati Pranomo dan Gendis, duduk bersama di tonggak pohon besar di bawah sinar rembulan. Mereka bercerita pengalaman masing-masing, setelah lebih dari dua bulan berpisah dari rumah Bekel Taruno. Gendis yang ceria dan kocak bercerita tentang bagaimana banyak para pekerja yang sering menggodanya di saat senggang. Terlebih ada satu orang pemuda yang tinggi kurus berwajah menawan, seringkali dia mencuri pandang setiap kali berdekatan dengan Gendus. Tatapannya aneh dan sedikit mencurigakan, tetapi dia tidak usil hanya tatapannya saja yang kadang membuat Gendis merasa 'risi' atau tidak enak. Selain sebagai pekerja, pemuda itu juga sebagai anggota ''telik sandi'' yang direkrut dari kalangan perguruan ilmu ksnuragan. Hal itu terlihat ketika terjadi penyerangan dia juga ikut bertempur, meskipun nampak dalam pertempuran tersebut dia belum maksimal menggnakan ilmu kanuragan, karena yang dihadapi hanya anak buah gerombolan.

Bersambung ....
SELAMAT SORE. TETAP SEMANGAT

INFO :
MULAI  TANGGAL 31 MEI  2023 SELAMA KURANG LEBIH SATU BULAN, PENDEKAR DARI PUNCAK MERAPI TIDAK BISA MENEMANI PEMBACA DI SETIAP SORE. HAL TERSEBUT DIKARENAKAN PENULIS BARU MENJALANI REPARASI MATA (PUASA HP DLL) AGAR DAPAT LEBIH PRIMA LAGI MENEMANI PEMBACA DI KEMUDIAN HARI. TERIMA KASIH. SALAM SEHAT DAN SEMANGAT.

Postingan populer dari blog ini

':RAHAYU NIR ING SAMBIKALA'

':RAHAYU NIR  ING SAMBIKALA' Suatu saat ketika pergi ke suatu desa yang agak pelosok di daerah Yogya untuk bertemu dengan seorang teman, saya mendapat petunjuk atau ''ancar-ancar'' letak rumahnya. Sesampai di daerah tersebut, karena memang belum tahu wilayah dimaksud, maka untuk meyakinkan, kemudian mendatangi suatu rumah yang kebetulan sedang ada beberapa orang duduk-duduk di teras bercerita. Dengan menggunakan bahasa Jawa, saya menyapa: ''Kulo Nuwun, nyuwun sewu, badhe tanglet, dalemipun pak... menika ingkang pundi?'' . Terjemahannya ''Permisi, maaf mengganggu, mau bertanya, rumahnya pak...itu yang sebelah mana?' Salah satu bapak yang  duduk di depan kemudian menunjuk salah satu rumah bercat biru, tiga rumah dari tempat tersebut. Kemudian salah salah satu bapak yang lain nyelutuk:'' Wah... Saking nagari, njeh? Ketawis saking ngendikane, mlipis.': terjemahannya ''Wah ... dari kota, ya? Kelihatan dari gaya bicara...

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKAx

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKA Mengamati kejadian di media sosial akhir-akhir ini, di mana terjadi saling klaim bahwa keyakinan atau kepercayaannya yang  paling asli dan paling benar, menimbulkan pertanyaan besar apakah Sang Pencipta yang disebut 'Tuhan' itu ada banyak sesuai versi masing-masing keyakinan kepercayaan.  Jangan-jangan 'Tuhan' itu narasi manusia yang memang memiliki daya khayal tinggi, dalam mencari jawab atas apa yang tidak diketahui atau di luar nalar manusia lalu disebut 'Tuhan'.  Bahkan belum bertemu pun sudah dapat memerinci sifat-sifat 'Tuhan' dan ciri-ciri bahwa ini karya 'Tuhan'. Bahkan 'Tuhan' direduksi seperti manusia bisa marah, dendam, iri, suka menguji, dan menghukum manusia, tapi juga maha kasih dan maha segalanya. Manusia yang sadar dan tidak mau diindotrinasi begitu saja tentu akan bertanya apakah 'Tuhan' yang diklaim paling asli, paling benar itu kah 'Tuhan' yang sebenarnya atau hanya ...

''SUGIH TANPO BONDHO''

 ''SUGIH TANPO BONDHO'' Mungkin  ada diantara kita yang menyalah artikan falsafah Jawa 'Sugih tanpo bondho'' yang terjemahannya :'Kaya tanpa harta'', bahwa kaya itu tidak harus memiliki harta. Pertanyaannya kaya yang bagaimana kalau tidak berharta? Orang kaya pasta ada hartanya. Harta adalah bentuk dari kekayaan seseorang, jadi tidak relevan kalau kaya tanpa harta. Namun perlu digali lebih dalam makna Filosofi tersebut. Filosofi ''sugih tanpo bondho'' muncul di latar belakangi oleh situasi pada zaman itu, yaitu di   masa penjajahan, di mana banyak rakyat yang menderita, secara ekonomi. Sebagai orang yang peduli pada kaum kecil, maka untuk memberi dukungan moril agar rakyat kuat menghadapi situasi tersebut lahir falsafah tersebut, yakni falsafah '''sugih tanpo bondho'' yang "'memiliki arti Kaya Tanpa Harta. Karangan sang kakak. dari Ibu Kartini yaitu RM Sosrokartono.''' Falsafah ini menunj...