Langsung ke konten utama

PENDEKAR DARI PUNCAK MERAPI (0097)

Cerita Bersambung (CerBung)

PENDEKAR DARI PUNCAK MERAPI (0097)
Oleh: Ki Kusumo P.D.A.J

Mendengar penjelasan tersebut Ningrum sangat bangga dengan cita-cita pasangannya yang menyadari bahwa kemampuan yang dimiliki diabdikan bagi kepentingan sesama. Selanjutnya Pandu meneruskan melatih gerakan ilmu kwnuragan sampai selesai dan ia pun merasa dapat menguasai jurus tersebut. Ternyata jurus tersebut seperti gerakan ular yang menari dengan meliuk-liuk dan menyerang dengan patukannya yang mematikan. Ningeum pun kemudian ikut berlatih dengan gerakan pedang naga elang dan mencoba menyisipkan gerakan si kakek yang dia ingat karena hampir sama gerekan jurus yang dimilikinya. Ningrum memadukan gerakan inti si kakek ke dalam gerakan jurusnya, sehingga nampak lebih lincah dan garang. Ternyata mereka berdua mampu memanfaatkan ilmu kanuragen si kakek untuk meningkatkan kemampuan mereka. Pandu mampu menyerap secara keseluruhan utuh, sedangkan Ningrum mengambil inti gerakan dan memadukan dengan gerakan ilmu kanuragan yang sudah dikuasai. Pandu juga terheran melihat gerakan Ningrum yang mampu memadukan jurus inti si kakek dengan jurus yang telah dimiliki menjadi satu kesatuan gerakan jurus  baru yang lebih dahsyat.

Sehabis berolah raga pagi dengan melatih gerakan ilmu kanuragan, mereka duduk di depan perapian sambil membakar kelinci hutan yang tadi disambit oleh Pandu. Mereka berbincang tentang kakek yang aneh yang telah mereka kuasai gerakan jurus ilmu kanuragannya. Sebagai seorang satria mereka ingin bertemu dengan si kakek, untuk meminta maaf karena telah menguasai ilmu tersebut tanpa sengaja. Selain itu, mereka akan menjadikan si kakek aneh sebagai guru bayangan, karena tanpa sengaja si kakek telah mengajarkan kepada mereka ilmu baru. Mereka birbincang sambil menikmati daging kelinci bakar yang harum dagingnya tersebar. Aroma daging kelinci tersebut ternyata membangunkan si kakek yang bersembunyi dari kejauhan mengamati Pandu dan Ningrum semalam. Pagi-pagi sebelum Pandu dan Ningrum terbangun ia bangun dan pindah tidur sambil mengamati dari kejauhan tingkah laku kedua orang asing tersebut.

Nikmatnya perut yang lapar ketika menyantap makanan lezat membuat Pandu dan Ningrum tidak tahu kalau mereka diamati oleh mata tajam si kakek. Dalam hati si kakek ingin juga menikmati kelinci bakar yang masih dipanggang di perapian. Seperti ada suatu kontak batin, ketika Pandu berkata pada Ningrum: ''Rasanya .... Aku sudah kenyang sarapan pagi .... dinda masih mau makan yang sepotong?'' Pandu menawarkan satu kelinci yang masih di perapian. Ningrum menggeleng sambil menunjuk perutnya yang juga sudah kekenyangan. ''Kalau begitu .... kelinci satu itu biar untuk si kakek .... siapa tahu nanti ia datang lagi ke sini.'' ujar Pandu yang kemudian mengambil kelinci bakar dan menggantungnya di dahan pohon agar tidak dimakan binatang. Si kakek pun terkejut melihat qpa yang dilakukan kedua orang asing tersebut, tetapi bersyukur juga akan mendapat bagian kelinci bakar, tersungging senyum dibibirnya.

Selesai berbenah Pandu fan Ningrum kembali melanjutkan perjalanan menuju ke selatan. Setelah ditinggal pergi oleh kedua orang asing tersebut, si kakek langsung menghampiri kelinci bakar yang masih hangat, kemudian duduk santai di bawah pohon dan menikmati hidangan sarapan pagi yang lezat. Rasa laparnya mengalahkan segalanya, sehingga ia lupa membasuh tangannya, lalu selesai menikmati hidangan gratis si kakek mwndi di sungai yang mengalir dengan air jernih. Sepertinya si kakek sudah mengenal betul situasi hutan larangan lereng Merapi. Selanjutnya si kakek kembali menikmati tidurnya di bawah pohon dengan nyenyaknya tanpa peduli kiri kanan, betul-betul menikmati hidup di tengah hutan.

Seharian Pandu dan Ningrum kembali berjalan, kadang mereka beristirahat di tepi sungai sambil menikmati keindahan lereng Merapi. Di kejauhan tampak lembah yang menghijau, sejauh mata  mamandang cakrawala bertemu dengan ujung hamparan hijau yang membuat orang terasa betah berada di tempat tersebut. Apalagi mereka hanya berdua dan tidak ada kepentingan yang harus segera diselesaikan, sehingga mereka berdua menikmati perjakanan tersebut.
Ketika hari sudah mulai senja, mereka mencari tempat untuk beristirahat kembali. Kebetulan ada sebuah gua yang cukup tersembunyi di sebuah tebing. Mereka pun memeriksa keadaan gua dan sekitarnya, setelah dirasa aman, mereka menyiapkan tempat untuk meletakkan kepala beristirahat dan mencari bahan makan malam.

Bersambung ....
SELAMAT SORE. TETAP SEMANGAT


Postingan populer dari blog ini

':RAHAYU NIR ING SAMBIKALA'

':RAHAYU NIR  ING SAMBIKALA' Suatu saat ketika pergi ke suatu desa yang agak pelosok di daerah Yogya untuk bertemu dengan seorang teman, saya mendapat petunjuk atau ''ancar-ancar'' letak rumahnya. Sesampai di daerah tersebut, karena memang belum tahu wilayah dimaksud, maka untuk meyakinkan, kemudian mendatangi suatu rumah yang kebetulan sedang ada beberapa orang duduk-duduk di teras bercerita. Dengan menggunakan bahasa Jawa, saya menyapa: ''Kulo Nuwun, nyuwun sewu, badhe tanglet, dalemipun pak... menika ingkang pundi?'' . Terjemahannya ''Permisi, maaf mengganggu, mau bertanya, rumahnya pak...itu yang sebelah mana?' Salah satu bapak yang  duduk di depan kemudian menunjuk salah satu rumah bercat biru, tiga rumah dari tempat tersebut. Kemudian salah salah satu bapak yang lain nyelutuk:'' Wah... Saking nagari, njeh? Ketawis saking ngendikane, mlipis.': terjemahannya ''Wah ... dari kota, ya? Kelihatan dari gaya bicara...

TUKAR WAKTU DENGAN NILAI TAMBAH

TUKAR WAKTU DENGAN NILAI TAMBAH Hidup begitu dinamis dengan cepatnya terjadi perubahan dalam waktu singkat. Setiap hari, jam, menit bahkan detik perubahan akan selalu terjadi menuju kesempurnaan yang tak terbatas. Sebagaimana hukum evolusi, perubahan tersebut berlangsung perlahan, tetapi dengan perkembangan ilmu pengetahuan,  teknologi dan artificial intellegence, maka perubahan terjadi semakin cepat. Menanggapi begitu cepatnya perubahan akibat perkembangan zaman, maka suka tidak suka manusia harus dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Apabila tidak mampu menyesuaikan diri, maka sesuai hukum evolusi akan ketinggalan atau ditinggalkan oleh perubahan tersebut Oleh karena itu, manusia harus mengembangkan diri dan harus meningkatkan nilai tambah diri, sehingga hidup menjadi mudah beradaptasi dan  bermanfaat, bagi diri serta sesama.  Jangan buang waktu hanya untuk hal-hal yang tidak berguna, tetapi bagaimana dapat jadi orang  yang bermanfaat  bagi diri dan o...

Lanjutan: Kekuasaan Untuk Rakyat???

Lanjutan:  Kekuasaan Untuk R akyat ??? Setelah bagian 1, 2, dan 3, ini adalah bagian terakhir tulisan  ""Kekuasaan Untuk Rakyat???'' yang secara keseluruhan ada 56 (lima puluh enam) tips untuk dapat meraih  kekuasaan dan mempertahankannya. Bagian terakhir ini antara lain sbb: 45. Jangan Pernah Terlihat Lebih Baik Dari Atasan Anda Sudah jamaknya kalau pemimpin atau atasan akan  merasa dirinya  lebih baik daripada yang dipimpin atau bawahan. Ini adalah prinsip dasar dalam diri setiap manusia, menjadi yang terbaik dibandingkan orang lain yang statusnya ada di level bawahnya. Kalau Anda tidak tahu, tidak paham dan tidak mengerti hal tersebut, sudah pasti Anda tidak akan mampu bekerjasama dengan atasan atau pimpinan Anda. Padahal kalau level status Anda masih di bawah, maka suka tidak suka, tidak ada pilihan lain kecuali menjalankan tugas dari atasan, meskipun Anda tahu bahwa cara atau petunjuk dalam  menyelesaikan yang diberikan atasan tidak efektif bila di...