Langsung ke konten utama

GORO GORO 29

''Truk .... ngopo kok kowe deleg-deleg dewekan ning kene?'' ujare Gareng nyeraki Petruk sing lungguh dewe nang pos rondo.
Petruk :'' Lha piye to ....  Reng, tanggal sakmede mbok wedok njaluk duwit, kamongko seminggu kepungkur wis tak wenehi duwit blonjo !''   Petruk ngresulo karo Gareng kahanan bojone sing saike saben minggu nuntut nyadong duwit blonjo 

Gareng: '' Waduh .... lha kok podo karo bojoku, aku mrene   iki yo arep golek angin ... karo gagas ngopo saben minggu bojoku njaluk blonjo, sopo ngerti ono inspirasi sing iso  kanggo coro nambah pemasukan. Malah ketemu kowe sing duwe karepotan podo..... wis-wis bilahi.''

Petruk :'' Lha .... sakjane ki ono opo to .... wingi aku ketemu Bagong... Iyo sambat ngono. Ono owah-owahan opo yo???''
Petruk crito karo takon kahanan, kok iso-isone konco wingking kabeh podo njaluk blonjo saben minggu, ngowah-owahi adat. Petruk karo Gareng terus bahas kahanan iku. Soko kadohan Bagong, mlayu-mlayu karo celuk-celuk Petruk.

Tekan pos rondo, nbanjur sanjang karo Petruk lan Gareng :'' Wis .... wis aku ngerti saiki, ngopo bojone awake dewe saben minggu njaluk duwit blonjo .....  jebul neng pojok deso wong wadon podo kumpul nunggu mas mendring sing ganteng lan pinter bujuk ibu- ibu supoyo tuku dagangane, iso diutang maneh. Nbanjur ibu-ibu karo cekikikan nyawil mas mendring.''

Ambyyaarrr
Donyo soyo ruwet ... ora mung bapak-bapak sing ngodo 'wedus' ..... repot repot iki ... Heee

Postingan populer dari blog ini

':RAHAYU NIR ING SAMBIKALA'

':RAHAYU NIR  ING SAMBIKALA' Suatu saat ketika pergi ke suatu desa yang agak pelosok di daerah Yogya untuk bertemu dengan seorang teman, saya mendapat petunjuk atau ''ancar-ancar'' letak rumahnya. Sesampai di daerah tersebut, karena memang belum tahu wilayah dimaksud, maka untuk meyakinkan, kemudian mendatangi suatu rumah yang kebetulan sedang ada beberapa orang duduk-duduk di teras bercerita. Dengan menggunakan bahasa Jawa, saya menyapa: ''Kulo Nuwun, nyuwun sewu, badhe tanglet, dalemipun pak... menika ingkang pundi?'' . Terjemahannya ''Permisi, maaf mengganggu, mau bertanya, rumahnya pak...itu yang sebelah mana?' Salah satu bapak yang  duduk di depan kemudian menunjuk salah satu rumah bercat biru, tiga rumah dari tempat tersebut. Kemudian salah salah satu bapak yang lain nyelutuk:'' Wah... Saking nagari, njeh? Ketawis saking ngendikane, mlipis.': terjemahannya ''Wah ... dari kota, ya? Kelihatan dari gaya bicara...

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKAx

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKA Mengamati kejadian di media sosial akhir-akhir ini, di mana terjadi saling klaim bahwa keyakinan atau kepercayaannya yang  paling asli dan paling benar, menimbulkan pertanyaan besar apakah Sang Pencipta yang disebut 'Tuhan' itu ada banyak sesuai versi masing-masing keyakinan kepercayaan.  Jangan-jangan 'Tuhan' itu narasi manusia yang memang memiliki daya khayal tinggi, dalam mencari jawab atas apa yang tidak diketahui atau di luar nalar manusia lalu disebut 'Tuhan'.  Bahkan belum bertemu pun sudah dapat memerinci sifat-sifat 'Tuhan' dan ciri-ciri bahwa ini karya 'Tuhan'. Bahkan 'Tuhan' direduksi seperti manusia bisa marah, dendam, iri, suka menguji, dan menghukum manusia, tapi juga maha kasih dan maha segalanya. Manusia yang sadar dan tidak mau diindotrinasi begitu saja tentu akan bertanya apakah 'Tuhan' yang diklaim paling asli, paling benar itu kah 'Tuhan' yang sebenarnya atau hanya ...

PENDEKAR DARI PUNCAK MERAPI 2

Cerita Bersambung (CerBung) PENDEKAR  DARI PUNCAK MERAPI (0002) Oleh: Ki Kusumo P.D.A.J Melihat situasi itu, tanpa pikir panjang Pandu meloncat mengarahkan tendangan mautnya ke lambung harimau. Tepat sebelum cakar harimau mencabik tubuh wanita ayu tersebut, tendangan Pandu yang disertai kekuatan tenaga dalam mendarat tepat di sisi kiri lambung harimau. Terdengar raungan keras harimau yang terlempar jauh beberapa meter dengan suara gedebuk, dan harimau tersebut terkapar dengan tulang rusuk serta organ dalam yang hancur. Pandu mendarat dengan sedikit oleng di sebelah wanita cantik yang kemudian tanpa sadar mendekapnya. Satu harimau terbujur kaku di tanah setelah mendapat tendangan mematikan Pandu. Tinggal satu harimau yang terlihat marah dengan mengeluarkan auman keras dan panjang. Sorotan mata harimau yang sebelumnya melihat ke arah temannya yang tergeletak di tanah, diarahkan ke Pandu yang sekarang berada di depan wanita itu sambil memasang kuda-kuda siap menghadapi harimau ya...