Langsung ke konten utama

GORO GORO 23

Bagong muring-muring naliko krungu berita yen tuku  pakan jaran bekatul karo suket kudu nganggo aplikasi mypakan.
'''Lha iki nak yo ngrepotke kawulo, kamongko aku ora duwe HP android lan duwitku cupet yen tuku pakan sing ora subsidi, ..... wis barang-barang mundak kabeh.'' ujare Bagong karo ngelus-elus jarane. '''Aku kudu lapor romo Semar, ngajak wargo Karangkadempel demo.'''

Bagong nbanjur numpak jaran (pancen katon gagah numpak jaran impor soko negora Kurowo), nuju omahe Semar, ora lali ngampiri Petruk, Gareng, Bilung, Cangik lan wadyobolone. Rame-rame ndo numpak jaran kang regane larang-larang.

Tekan omahe Semar, Bagong lan konco-konco nbanjur ngojok-ojoki Semar mimpin demo neng alun-alun ngarep kraton.
Kanthi sareh Semar ngomong :''' Blegudug monyor-monyor .....  ohhh....  tole-tole. Kowe kabeh dadi kawulo kok ora duwe roso syukur .... Negoro iku koyo keluarga .... yen anake wis iso mandiri yo .... kudune ora ngrepoti wong tuwo njaluk dibantu terus.....  '''

'''' Hoohhhh ....  Nblahiiii      Kowe kabeh iso ndo tuku jaran apik-apik, kudune yo iso tuku pakan .... dadi kawulo iki kudune pikirane opo sing iso ndak sumbangke neng negoro, ojo takon opo sing negoro wenehke kanggo aku ..... Wis kono bubar .... ndo bali makaryo' sing luwih giat '''  Semar jlentrehke pikirane.

Ambyyaarrrr. 
Kudu sadar lan bersyukur .... Gusti wis maringi, mesti ugo nyiapke sakkabehe.
Ora tau bersyukur .... Marakke uripe ora mundak tingkat..... Heeeee

Postingan populer dari blog ini

':RAHAYU NIR ING SAMBIKALA'

':RAHAYU NIR  ING SAMBIKALA' Suatu saat ketika pergi ke suatu desa yang agak pelosok di daerah Yogya untuk bertemu dengan seorang teman, saya mendapat petunjuk atau ''ancar-ancar'' letak rumahnya. Sesampai di daerah tersebut, karena memang belum tahu wilayah dimaksud, maka untuk meyakinkan, kemudian mendatangi suatu rumah yang kebetulan sedang ada beberapa orang duduk-duduk di teras bercerita. Dengan menggunakan bahasa Jawa, saya menyapa: ''Kulo Nuwun, nyuwun sewu, badhe tanglet, dalemipun pak... menika ingkang pundi?'' . Terjemahannya ''Permisi, maaf mengganggu, mau bertanya, rumahnya pak...itu yang sebelah mana?' Salah satu bapak yang  duduk di depan kemudian menunjuk salah satu rumah bercat biru, tiga rumah dari tempat tersebut. Kemudian salah salah satu bapak yang lain nyelutuk:'' Wah... Saking nagari, njeh? Ketawis saking ngendikane, mlipis.': terjemahannya ''Wah ... dari kota, ya? Kelihatan dari gaya bicara...

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKAx

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKA Mengamati kejadian di media sosial akhir-akhir ini, di mana terjadi saling klaim bahwa keyakinan atau kepercayaannya yang  paling asli dan paling benar, menimbulkan pertanyaan besar apakah Sang Pencipta yang disebut 'Tuhan' itu ada banyak sesuai versi masing-masing keyakinan kepercayaan.  Jangan-jangan 'Tuhan' itu narasi manusia yang memang memiliki daya khayal tinggi, dalam mencari jawab atas apa yang tidak diketahui atau di luar nalar manusia lalu disebut 'Tuhan'.  Bahkan belum bertemu pun sudah dapat memerinci sifat-sifat 'Tuhan' dan ciri-ciri bahwa ini karya 'Tuhan'. Bahkan 'Tuhan' direduksi seperti manusia bisa marah, dendam, iri, suka menguji, dan menghukum manusia, tapi juga maha kasih dan maha segalanya. Manusia yang sadar dan tidak mau diindotrinasi begitu saja tentu akan bertanya apakah 'Tuhan' yang diklaim paling asli, paling benar itu kah 'Tuhan' yang sebenarnya atau hanya ...

PENDEKAR DARI PUNCAK MERAPI 2

Cerita Bersambung (CerBung) PENDEKAR  DARI PUNCAK MERAPI (0002) Oleh: Ki Kusumo P.D.A.J Melihat situasi itu, tanpa pikir panjang Pandu meloncat mengarahkan tendangan mautnya ke lambung harimau. Tepat sebelum cakar harimau mencabik tubuh wanita ayu tersebut, tendangan Pandu yang disertai kekuatan tenaga dalam mendarat tepat di sisi kiri lambung harimau. Terdengar raungan keras harimau yang terlempar jauh beberapa meter dengan suara gedebuk, dan harimau tersebut terkapar dengan tulang rusuk serta organ dalam yang hancur. Pandu mendarat dengan sedikit oleng di sebelah wanita cantik yang kemudian tanpa sadar mendekapnya. Satu harimau terbujur kaku di tanah setelah mendapat tendangan mematikan Pandu. Tinggal satu harimau yang terlihat marah dengan mengeluarkan auman keras dan panjang. Sorotan mata harimau yang sebelumnya melihat ke arah temannya yang tergeletak di tanah, diarahkan ke Pandu yang sekarang berada di depan wanita itu sambil memasang kuda-kuda siap menghadapi harimau ya...