Langsung ke konten utama

GORO. GORO 22

Bagong nyritakke anake tanggane sing cerdas. Jenenge Mukidi, naliko Mukidi didaftarke sekolah SD, critane mangkene:

Hari pendaftaran siswa baru, Mukidi di test untuk masuk kls 1 SD, Mukidi malah protes sama ibu gurunya..."bu guru, seharusnya saya duduk di kelas 3". Gurunya heran, kenapa kamu yakin begitu?...
Mukidi menjawab, 'soalnya saya lebih pintar dari kakak saya yg kelas 3'.

Akhirnya bu guru membawa Mukidi ke ruang Kasek. Setelah bu guru menceritakan kpd kasek, kasek langsung menguji Mukidi dgn pertanyaan materi kelas 3 SD.
Kasek : Berapa 16 x 26?
Mukidi: 416
Kasek : Perang Diponegoro berlangsung th berapa?
Mukidi: 1825 - 1830
Kasek: Siapa penemu lampu bohlam?
Mukidi: Thomas Alfa Edison
Kasek : Hewan yg memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?
Mukidi: omnivora.
Stlh bbrp pertanyaan, kasek bilang kpd bu guru "saya kira Mukidi memang cerdas, saya kira layak masuk di kls 3", tapi bu guru belum begitu yakin, coba saya test lagi pak...

Bu guru: benda apa yg huruf pertamanya K dan huruf terakhirnya L, yg bila dipakai menjadi tegang, setelah dipakai lemas? (Mendengar pertanyaan spt itu pak kasek melongo kaget)
Mukidi: KetapeL,  jwbnya mantap
Bu guru: Ok, skrg barang apakah yg huruf pertanya M huruf terakhir K, ditengah benda itu ada kacangnya? ( pak kasek makin melongo sambil me lap keringat di jidatnya)
Mukidi: MartabaK
Bu guru: ok, berikutnya, kegiatan apakah yg biada dilakukan anak muda dikamar mandi dg gerakan yg berulang ulang...huruf pertama M dan huruf terakhirnya I ? ( pak kasek makin salah tingkah dg pertanyaan bu guru)
Mukidi: Menggosok gigI
Bu guru: kegiatan apakah yg biasa dilakukan pria dan wanita yg lg pacaran di malam hari, huruf pertamanya N huruf terakhirnya T ?( pak kasek, nyaris pingsan, dengar pertanyaan terakhir)...
Mukidi: Nonton Mid nighT.

Sebelum bu gutu melanjutkan peryanyaan berikutnya, pak kadek memotong...bu guru, Mukidi masukin ke universitas saja, saya yg lulusan S-2 saja salah terus nebaknya.

Ambyarrrr
Berpikir positif dan baik ....  Wis tuwo ora usah mikir neko-neko
Hayo ngerti ora pertanyaan bu guru selanjutnya???  ......  Heeee

Postingan populer dari blog ini

':RAHAYU NIR ING SAMBIKALA'

':RAHAYU NIR  ING SAMBIKALA' Suatu saat ketika pergi ke suatu desa yang agak pelosok di daerah Yogya untuk bertemu dengan seorang teman, saya mendapat petunjuk atau ''ancar-ancar'' letak rumahnya. Sesampai di daerah tersebut, karena memang belum tahu wilayah dimaksud, maka untuk meyakinkan, kemudian mendatangi suatu rumah yang kebetulan sedang ada beberapa orang duduk-duduk di teras bercerita. Dengan menggunakan bahasa Jawa, saya menyapa: ''Kulo Nuwun, nyuwun sewu, badhe tanglet, dalemipun pak... menika ingkang pundi?'' . Terjemahannya ''Permisi, maaf mengganggu, mau bertanya, rumahnya pak...itu yang sebelah mana?' Salah satu bapak yang  duduk di depan kemudian menunjuk salah satu rumah bercat biru, tiga rumah dari tempat tersebut. Kemudian salah salah satu bapak yang lain nyelutuk:'' Wah... Saking nagari, njeh? Ketawis saking ngendikane, mlipis.': terjemahannya ''Wah ... dari kota, ya? Kelihatan dari gaya bicara...

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKAx

ALAM SEMESTA 'KITAB' TERBUKA Mengamati kejadian di media sosial akhir-akhir ini, di mana terjadi saling klaim bahwa keyakinan atau kepercayaannya yang  paling asli dan paling benar, menimbulkan pertanyaan besar apakah Sang Pencipta yang disebut 'Tuhan' itu ada banyak sesuai versi masing-masing keyakinan kepercayaan.  Jangan-jangan 'Tuhan' itu narasi manusia yang memang memiliki daya khayal tinggi, dalam mencari jawab atas apa yang tidak diketahui atau di luar nalar manusia lalu disebut 'Tuhan'.  Bahkan belum bertemu pun sudah dapat memerinci sifat-sifat 'Tuhan' dan ciri-ciri bahwa ini karya 'Tuhan'. Bahkan 'Tuhan' direduksi seperti manusia bisa marah, dendam, iri, suka menguji, dan menghukum manusia, tapi juga maha kasih dan maha segalanya. Manusia yang sadar dan tidak mau diindotrinasi begitu saja tentu akan bertanya apakah 'Tuhan' yang diklaim paling asli, paling benar itu kah 'Tuhan' yang sebenarnya atau hanya ...

''SUGIH TANPO BONDHO''

 ''SUGIH TANPO BONDHO'' Mungkin  ada diantara kita yang menyalah artikan falsafah Jawa 'Sugih tanpo bondho'' yang terjemahannya :'Kaya tanpa harta'', bahwa kaya itu tidak harus memiliki harta. Pertanyaannya kaya yang bagaimana kalau tidak berharta? Orang kaya pasta ada hartanya. Harta adalah bentuk dari kekayaan seseorang, jadi tidak relevan kalau kaya tanpa harta. Namun perlu digali lebih dalam makna Filosofi tersebut. Filosofi ''sugih tanpo bondho'' muncul di latar belakangi oleh situasi pada zaman itu, yaitu di   masa penjajahan, di mana banyak rakyat yang menderita, secara ekonomi. Sebagai orang yang peduli pada kaum kecil, maka untuk memberi dukungan moril agar rakyat kuat menghadapi situasi tersebut lahir falsafah tersebut, yakni falsafah '''sugih tanpo bondho'' yang "'memiliki arti Kaya Tanpa Harta. Karangan sang kakak. dari Ibu Kartini yaitu RM Sosrokartono.''' Falsafah ini menunj...